Foto BBC

Cuenca, Ekuador, Stroke masih menjadi momok karena bisa berakibat fatal. Stroke diakibatkan penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah. Tapi kini infeksi parasit tropis juga bisa menyebabkan stroke.

Ilmuwan menemukan penyakit Chagas yang disebabkan oleh infeksi parasit Trypanosoma cruzi bisa meningkatkan risiko stroke akibat komplikasi jantung dan pembekuan darah.

Penyakit Chagas terjadi ketika seseorang digigit serangga atau kutu yang kotorannya mengandung Trypanosoma cruzi. Serangga ini akan membuang kotoran itu ketika menghisap darah manusia atau mamalia. Orang yang terinfeksi parasit ini akan merasakan demam, lemah terlihat pembengkakan di kelopak mata.

Dalam jurnal Lancet Neurology, ilmuwan dari Spanyol telah memperingatakan risiko terkena stroke bisa terjadi pada pasien yang terinfeksi parasit Trypanosoma cruzi.

Penyakit Chagas adalah penyakit di daerah tropis dan menjadi endemik di Amerika Latin. Tapi emigrasi jutaan orang ke Eropa, Amerika Utara, Jepang dan Australia selama 20 tahun terakhir juga membuat penyakit Chagas menjadi masalah kesehatan yang muncul di banyak Negara.

Masalah lain yang timbul adalah banyaknya pasien dengan penyakit Chagas yang tidak tahu bahwa mereka sudah terinfeksi.

“Dokter dan masyarakat harus diberitahu mengenai peningkatan risiko stroke akibat penyakit infeksi ini. Selain itu juga diperlukan uji klinis untuk menilai apakah obat pengencer darah bisa membantu mencegah stroke pada pasien infeksi Chagas,” ujar Dr Francisco Javier Carod-Artal dari Virgen de la Luz hospital di Cuenca seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (15/4/2010).

Sharlin Ahmed dari Asosiasi Stroke Amerika menuturkan penyakit infeksi Chagas dapat menyebabkan masalah jantung yang parah sehingga membuat orang-orang yang terinfeksi berisiko terkena stroke.

“Jantung menjadi melemah dan tidak mampu memompa darah, hal ini sangat berpotensi menyebabkan pembentukan gumpalan darah yang jika dibawa ke otak dapat memicu stroke,” ujar Sharlin Ahmed.

Sumber Detikhealth